Canangjambi.id. BANGKO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang tata kelola keuangan daerah. Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025, Kabupaten Merangin berhasil mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jambi.
Prestasi ini merupakan kali kesepuluh secara berturut-turut diraih oleh Pemkab Merangin, sebuah capaian yang menunjukkan konsistensi dan komitmen tinggi pemerintah daerah dalam menerapkan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan efisiensi pengelolaan keuangan negara.
PENYERAHAN OPINI WTP.
Predikat WTP diserahkan secara simbolis oleh Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jambi kepada Bupati Merangin, H. M. Syukur, dalam acara penyerahan hasil pemeriksaan yang berlangsung di Kantor BPK Perwakilan Jambi, Selasa ( 02/06.2026 ).
Bupati M. Syukur mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian ini. Ia menegaskan bahwa opini WTP bukan sekadar sertifikat atau pajangan, melainkan bukti nyata bahwa pengelolaan dana rakyat di Merangin telah dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Alhamdulillah, untuk kesepuluh kalinya Merangin meraih WTP. Ini adalah hasil kerja keras seluruh OPD, inspektorat, dan pihak-pihak terkait yang telah bekerja dengan disiplin tinggi. WTP adalah amanah, bukan tujuan akhir. Kita harus terus menjaga kepercayaan ini,” ujar Bupati M.Syukur usai menerima laporan hasil pemeriksaan.
KUNCI SUKSES: Kolaborasi dan Disiplin Administrasi
Keberhasilan meraih WTP kembali tidak lepas dari beberapa faktor kunci yang diterapkan oleh Pemkab Merangin di bawah kepemimpinan Bupati M. Syukur dan Wakil Bupati H. A. Khafid, antara lain:
1. Penguatan Sistem Pengendalian Internal: Inspektorat Daerah berperan aktif dalam melakukan pengawasan melekat dan pembinaan sejak dini terhadap proses penyusunan laporan keuangan di setiap SKPD.
2. Digitalisasi Keuangan: Optimalisasi penggunaan aplikasi sistem informasi keuangan daerah untuk meminimalisir kesalahan input dan meningkatkan kecepatan pelaporan.
3. Komitmen Pimpinan: Dukungan penuh dari Bupati dan Wakil Bupati yang secara rutin memantau progres penyelesaian temuan-temuan BPK dari tahun-tahun sebelumnya.
4. SDM yang Kompeten: Peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola keuangan melalui berbagai bimbingan teknis dan pelatihan.
DAMPAK BAGI PEMBANGUNAN DAERAH.
Dengan raihan WTP yang konsisten, Kabupaten Merangin semakin memiliki kredibilitas tinggi di mata pemerintah pusat dan investor. Hal ini berpotensi memudahkan akses terhadap pendanaan hibah, pinjaman daerah, atau investasi swasta yang membutuhkan jaminan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
Bupati Syukur juga menekankan bahwa dana yang dikelola dengan baik harus berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Uang rakyat yang kita kelola dengan transparan ini harus kembali ke rakyat dalam bentuk infrastruktur yang berkualitas, layanan kesehatan yang prima, dan pendidikan yang merata. WTP adalah alat, kesejahteraan rakyat adalah tujuannya,” tambahnya.
TANTANGAN KEDEPAN.
Meski bangga dengan pencapaian ini, Bupati M.Syukur menyadari masih ada tantangan ke depan, seperti kompleksitas transaksi keuangan dan tuntutan standar pelaporan yang semakin ketat. Oleh karena itu, Pemkab Merangin berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi dalam sistem pengelolaan keuangan daerah.
“Prestasi ini menjadi kado istimewa bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Merangin dan masyarakat kabupaten Merangin, jadikan sebagai pemacu semangat untuk mempertahankan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di masa mendatang” pungkas bupati M.Syukur.( * )
