Canangjambi.id. BANGKO – Suasana pagi di Kota Bangko, Ibu Kota Kabupaten Merangin, berubah drastis setiap hari Minggu. Jalur utama yang biasanya padat oleh lalu lintas kendaraan bermotor, kini disulap menjadi ruang publik yang hidup, berwarna, dan penuh energi positif. Fenomena ini terjadi berkat pelaksanaan Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor yang kini telah menjadi agenda rutin dan sangat dinantikan oleh ribuan warga Merangin.
Sejak diluncurkan secara resmi oleh Bupati Merangin, H. M. Syukur, pada pertengahan Mei 2026, antusiasme masyarakat terhadap CFD terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. rata-rata peserta CFD kini mencapai ribuan orang setiap minggunya, mencakup berbagai lapisan usia dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
Lebih Dari Sekadar Olahraga
Kegiatan CFD di Merangin tidak hanya dimaknai sebagai ajang olahraga semata. Warga memanfaatkan momen ini untuk berbagai aktivitas positif:
-Kebugaran Jasmani: Sebagian besar peserta terlihat berjalan santai (fun walk), lari jarak jauh, bersepeda, dan mengikuti senam aerobik massal yang dipandu oleh instruktur profesional di area panggung utama.
-Interaksi Sosial: CFD menjadi wadah silaturahmi antarwarga yang jarang bertemu di tengah kesibukan harian. Banyak keluarga muda yang membawa anak-anak mereka untuk bermain di area bebas kendaraan, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat.
-Ekonomi Kreatif: Sepanjang rute CFD, puluhan stan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjajakan kuliner khas Merangin, kerajinan tangan, dan produk lokal lainnya. Hal ini menjadikan CFD sebagai penggerak ekonomi baru bagi pedagang kecil di akhir pekan.
“Awalnya saya cuma iseng ikut jalan santai, tapi sekarang jadi kebiasaan wajib setiap Minggu. Selain sehat, saya bisa ketemu teman-teman lama dan jajan makanan enak. Suasananya sangat beda dengan hari biasa,” ujar Rina Marlina (34), seorang ibu rumah tangga warga Kelurahan Pasar Bangko.
Dukungan Penuh Pemkab Merangin
Antusiasme warga ini mendapat respons positif dari Pemerintah Kabupaten Merangin. Bupati M. Syukur atau Wakil Bupati Merangin Abdul Khafied secara rutin menyempatkan diri untuk hadir dan berpartisipasi dalam CFD, baik dengan berolahraga maupun berdialog langsung dengan warga. Kehadiran orang nomor satu atau nomor dua di Merangin ini semakin memacu semangat masyarakat untuk menjaga ketertiban dan kebersihan selama acara berlangsung.
“Kami melihat CFD bukan sekadar tren, tapi kebutuhan ruang publik. Warga Merangin butuh tempat untuk bernapas lega dan bergerak bebas tanpa polusi udara dan kebisingan kendaraan. Kami akan terus mendukung dan memperbaiki fasilitas agar CFD semakin nyaman dan bermanfaat,” tegas Bupati M.Syukur.
Selain itu, aparat kepolisian dan dinas perhubungan juga sigap mengatur lalu lintas alternatif dan memastikan keamanan peserta, sehingga acara dapat berjalan tertib dan lancar hingga pukul 09.00 WIB.
Dampak Positif bagi Kesehatan dan Lingkungan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin dr.Irwan Kurniawan memaparkan adanya dampak positif dari rutinitas CFD ini. Meningkatnya aktivitas fisik masyarakat diharapkan dapat menekan angka penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas. Selain itu, pengurangan emisi kendaraan bermotor selama beberapa jam setiap minggu juga berkontribusi pada perbaikan kualitas udara di pusat kota Bangko.
Tantangan dan Harapan Ke Depan
Meski sukses menarik minat warga, penyelenggara CFD masih menghadapi tantangan, seperti pengelolaan sampah pasca-acara dan pengaturan parkir kendaraan di area sekitar. Pemkab Merangin berencana melibatkan lebih banyak relawan kebersihan dan memperluas area parkir sementara untuk mengantisipasi hal tersebut.
Warga berharap CFD dapat terus dilaksanakan secara konsisten dengan variasi kegiatan yang lebih menarik, seperti lomba sepeda, festival musik daerah, atau bazar produk unggulan Merangin. Dengan antusiasme yang tinggi ini, CFD di Merangin berpotensi menjadi ikon wisata kesehatan dan budaya yang menarik pengunjung dari luar daerah.( * )
