Oleh: Damsyir Karim, Pimpinan Redaksi Canangjambi.id
BANGKO – Selama lima hari, 18–22 Juli 2026, Desa Bukit Batu Kecamatan Sungai Manau berubah menjadi pusat cahaya. Di sanalah MTQH ke-52 tingkat Kabupaten Merangin digelar, mempertemukan 508 peserta terbaik dari 24 kecamatan.
Pembukaan malam itu terasa syahdu. Qori internasional Ustadz H. Mustofa Tuwuh melantunkan ayat suci, disusul tausiyah Ustadz Daud Hendi Ismail dari Jakarta. Tari massal dan pertunjukan bernuansa Islami melengkapi, membuat warga tumpah ruah menyaksikan.
Yang membuat kita bangga, MTQH 52 ini lahir dari semangat kemandirian. Pembangunan awal lokasi, mulai dari jalan hingga penataan lahan, dibiayai iuran sukarela masyarakat Sungai Manau. Di tengah zaman yang serba instan, inisiatif warga Sungai Manau ini jadi pelajaran: syiar tidak menunggu, syiar dimulai dari insan yang peduli.
Partisipasi kafilah dari 24 kecamatan menunjukkan bahwa semangat tilawah telah mengakar kuat di seluruh pelosok Merangin. Keberhasilan pelaksanaan MTQH ke-52 ini patut diapresiasi, mengingat upaya besar yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari panitia, pemerintah daerah, terlebih masyarakat yang dengan suka rela ikut mendanai
Namun, di balik kemeriahan lomba dan gemuruh tepuk tangan, ada pesan mendalam yang harus kita resapi bersama. MTQH seharusnya tidak berhenti sebagai event seremonial belaka. Esensi dari musabaqah ini adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dapat diinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Merangin. Para pemenang dan peserta adalah duta-duta Al-Qur’an yang diharapkan menjadi teladan dalam akhlak, kejujuran, dan kepedulian sosial.
Pemerintah Kabupaten Merangin perlu terus mendukung pasca-MTQH dengan program-program pembinaan berkelanjutan. Jangan biarkan bakat-bakat qori dan qoriah ini hilang begitu saja setelah piala diserahkan. Perlu adanya wadah atau komunitas rutin yang memfasilitasi mereka untuk terus berlatih dan mengajarkan ilmu tajwid serta tahsin kepada masyarakat luas, khususnya anak-anak muda.
Selamat kepada para juara MTQH ke-52 Kabupaten Merangin. Semoga prestasi ini menjadi pemacu bagi kita semua untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup utama. Mari kita jaga momentum ini agar Merangin benar-benar berkembang menjadi daerah yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur—negeri yang baik dan diridhai Tuhan.
