Kabut Asap Semakin Pekat, Kesehatan Warga Kota Bangko Terancam

Kabut Asap Semakin Pekat, Kesehatan Warga Kota Bangko Terancam

Canangjambi.id. Bangko – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Merangin dan sekitarnya semakin pekat dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini menyebabkan jarak pandang menurun drastis dan memicu kekhawatiran serius terhadap kesehatan warga Kota Bangko, ibu kota kabupaten tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Minggu pagi (6/9/2026), udara di Kota Bangko terasa sesak dan berbau hangus. Jarak pandang di sejumlah jalan utama hanya berkisar antara 50 hingga 100 meter, memaksa pengendara kendaraan bermotor untuk menyalakan lampu utama bahkan di siang hari. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) juga dilaporkan berada pada kategori tidak sehat, dengan konsentrasi partikel debu halus (PM2.5) yang melampaui ambang batas aman.

Dr. Irwan Kurniawan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin, menyatakan bahwa pihaknya telah mencatat peningkatan signifikan jumlah pasien yang mengeluhkan gangguan pernapasan. “Dalam tiga hari terakhir, kunjungan ke Puskesmas dan RSUD Kol.Abunjani terkait Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, dan batuk meningkat hingga 40 persen dibandingkan minggu sebelumnya. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita asma adalah yang paling terdampak,” ujarnya.

Salah satu warga Kota Bangko, Rina Susanti (35), mengaku terpaksa mengenakan masker ganda setiap kali keluar rumah. “Anak saya sudah dua hari ini batuk-batuk dan matanya merah. Kami jadi takut untuk beraktivitas di luar. Aktivitas sekolah anak-anak pun banyak yang diliburkan atau dialihkan ke pembelajaran daring karena kabut asapnya terlalu tebal,” keluhnya.

Menanggapi situasi ini, Bupati Merangin, M. Syukur, telah menginstruksikan seluruh instansi terkait untuk siaga penuh. Tim Gabungan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan telah dikerahkan untuk memadamkan titik-titik api yang masih aktif di zona penyangga sekitar Kota Bangko. Selain itu, pemerintah daerah juga akan berupaya membagikan masker gratis kepada masyarakat melalui puskesmas dan kantor desa.

“Kami mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama pada pagi dan sore hari ketika konsentrasi asap biasanya lebih tinggi. Gunakan masker yang sesuai, perbanyak minum air putih, dan segera periksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami gangguan pernapasan,” imbau Bupati Syukur.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Muara Bungo memperkirakan kondisi cuaca kering akan masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan, dengan potensi hujan yang minim. Hal ini dikhawatirkan dapat memperparah sebaran asap jika tidak ada upaya pemadaman yang maksimal dari darat maupun udara.

Warga Kota Bangko kini berharap adanya hujan alami atau tindakan tegas terhadap pelaku pembakaran lahan agar kualitas udara dapat kembali membaik dan ancaman terhadap kesehatan masyarakat dapat segera tertangani.( Dms )

News Update