Canangjambi.id. Penyusutan air Danau Kerinci menjadi perbincangan hangat warga Kabupaten Kerinci saat ini. Pasalnya kendati musim kemarau yang lebih ekstrim dari tahun 2026 ini, air danau Kerinci tidak pernah sesurut seperti kondisi sekarang.
Setelah sekian lama perbincangan hangat mengenai surutnya air danau Kerinci dan menimbulkan banyak dampak, barulah pihak terkait memberikan penjelasan atas fenomena ini.
Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Provinsi Jambi menjelaskan penurunan ketinggian (elevasi) muka air Danau Kerinci akibat uji coba turbin pembangkit listrik tenaga air (PLTA) PT. Kerinci Merangin Hidro (ΚΜΗ).
“Akibat uji operasional PT. KMH, yang menjalankan PLTA, sudah ada rapat diskusi uji coba pengaliran untuk pembangkit,” kata Kepala BWSS VI Jambi, Joni Rahalsyah Putra di Jambi, Selasa.
la menerangkan, uji coba turbin yang di lakukan perusahaan tersebut telah berjalan dari tanggal satu hingga 16 Januari lalu. Melalui pemberitahuan yang di layangkan perusahaan ke Kementerian PUPR.
Dalam uji coba itu, PT. ΚΜΗ mengoperasikan satu dari tiga turbin yang ada, dengan menurunkan ketinggian pintu air sekitar 20 centimeter (Cm).
Menurut Joni, penyusutan ketinggian muka air di Danau Kerinci turut di sebabkan oleh proses penguapan, serta berkurangnya suplai air yang masuk ke danau dari sungai-sungai alam yang bermuara ke kawasan tersebut.
BWSS memastikan, pihak perusahaan akan bertanggung jawab terhadap daerah yang terdampak dari penyusutan muka air di danau seluas 4.200 hektar itu.
Lanjut dia, menyikapi hal itu, perusahaan memastikan akan menyediakan bak penampungan air (tandon), untuk memenuhi kebutuhan air baku masyarakat yang terdampak.
“Air yang terlihat surut itu berada di pinggir danau, secara umum masih normal. Penvusutan bervariasi tergantung wilayah, berdasarkan laporan masyarakat ada yang mencapai satu meter,” tambah Joni.( * )
